7
Waktu yang Mustajab untuk Berdoa
Doa merupakan tali penyambung yang
kokoh antara hamba dengan Rabb_Nya, berdoa kapan saja bisa tetapi Allah
Subhanahu wa Ta’ala menyediakan waktu dan saat2 yang tepat dan cepat (mustajab)
dikabulkan doa, di antaranya yaitu :
1. Sepertiga Malam Terakhir.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"ALLAH turun kelangit bumi setiap malam saat tersisa sepertiga malam akhir,”
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
”Adakah yang sedang Berdoa Pada-KU,maka AKU Kabulkan,Adakah yang Meminta Pada-KU,maka AKU Berikan,Adakah yang Bertaubat Pada-KU,maka AKU Ampunkan."
(HR.Bukhari dan Muslim).
Dari Jabir Radhiyallahu Anhuma,Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Sesungguhnya pada waktu malam terdapat satu waktu,bila pada saat itu seorang Muslim memohon kepada ALLAH sesuatu Kebaikan yang berkaitan dunia maupun akhirat,Maka ALLAH akan menganugerahkan kebaikan tersebut,dan itu ada pada setiap malam."
(HR.Muslim)
2. Pada Waktu Sujud.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb_Nya adalah pada waktu sujud,maka perbanyaklah Berdoa pada saat sujud."
(HR.Muslim).
3. Saat antara Azan dan Iqamah.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Doa itu tidak ditolak antara Adzan dan Iqamah,maka Berdoalah."
( HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).
Dari Abdullah bin Amr Ibnu Ash, Bahwa ada seorang laki-laki berkata,
"Wahai Rasulullah, Sesungguhnya para Muadzin itu telah mengungguli kita."
maka Rasulullah SAW Bersabda:
"Ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh para Muadzin itu, dan jika kalian selesai (menjawab), maka memohonlah (berdoalah) kalian pasti diperkenankan."
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban).
4. Pada Saat di Akhir Shalat Fardhu.
Dari Abu Umamah Al Bahili ra berkata, pernah ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Wahai Rasulullah’Doa apakah yang dikabulkan (dijabah)?"
Rasulullah SAW bersabda:
"Doa yang dipanjatkan di tengah malam akhir dan di akhir Shalat Fardhu (Wajib)."
(HR. At Tirmidzi dan An Nasa’i).
5. Pada Hari Jumat.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah SAW menyebut Hari Jumat kemudian bersabda :
"Di dalamnya ada satu saat (yang mustajab) tidaklah seorang Muslim yang kebetulan waktu itu sedang mendirikan shalat (atau menunggu shalat), dan memohon kepada ALLAH sesuatu (hajat) melainkan ALLAH pasti Mengabulkan permohonannya, dan Rasulullah mengisyaratkan dengan tangannya akan sedikitnya saat Mustajab itu."
(HR.Bukhari).
6.Saat Melakukan Perjalanan (Musafir).
Rasulullah SAW Bersabda:
"Tiga permohonan (Doa) yang pasti diperkenankan ALLAH tanpa ditunda, Doa orang yang di Didzalimi (Teraniya), Doa Seseorang dalam Perjalanan (Musafir),dan Doa Orang Tua kepada Anaknya."
(H.R. Abu Dawud).
7.Saat mendengar Ayam Berkokok.
RasulullahSAW bersabda :
"Apabila kalian mendengar Ayam Berkokok, Maka mohonlah Anugerah-Nya karena Ayam itu melihat Malaikat ."
(HR.Bukhari dan Muslim).
1. Sepertiga Malam Terakhir.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"ALLAH turun kelangit bumi setiap malam saat tersisa sepertiga malam akhir,”
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
”Adakah yang sedang Berdoa Pada-KU,maka AKU Kabulkan,Adakah yang Meminta Pada-KU,maka AKU Berikan,Adakah yang Bertaubat Pada-KU,maka AKU Ampunkan."
(HR.Bukhari dan Muslim).
Dari Jabir Radhiyallahu Anhuma,Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Sesungguhnya pada waktu malam terdapat satu waktu,bila pada saat itu seorang Muslim memohon kepada ALLAH sesuatu Kebaikan yang berkaitan dunia maupun akhirat,Maka ALLAH akan menganugerahkan kebaikan tersebut,dan itu ada pada setiap malam."
(HR.Muslim)
2. Pada Waktu Sujud.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb_Nya adalah pada waktu sujud,maka perbanyaklah Berdoa pada saat sujud."
(HR.Muslim).
3. Saat antara Azan dan Iqamah.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Doa itu tidak ditolak antara Adzan dan Iqamah,maka Berdoalah."
( HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).
Dari Abdullah bin Amr Ibnu Ash, Bahwa ada seorang laki-laki berkata,
"Wahai Rasulullah, Sesungguhnya para Muadzin itu telah mengungguli kita."
maka Rasulullah SAW Bersabda:
"Ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh para Muadzin itu, dan jika kalian selesai (menjawab), maka memohonlah (berdoalah) kalian pasti diperkenankan."
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban).
4. Pada Saat di Akhir Shalat Fardhu.
Dari Abu Umamah Al Bahili ra berkata, pernah ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Wahai Rasulullah’Doa apakah yang dikabulkan (dijabah)?"
Rasulullah SAW bersabda:
"Doa yang dipanjatkan di tengah malam akhir dan di akhir Shalat Fardhu (Wajib)."
(HR. At Tirmidzi dan An Nasa’i).
5. Pada Hari Jumat.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah SAW menyebut Hari Jumat kemudian bersabda :
"Di dalamnya ada satu saat (yang mustajab) tidaklah seorang Muslim yang kebetulan waktu itu sedang mendirikan shalat (atau menunggu shalat), dan memohon kepada ALLAH sesuatu (hajat) melainkan ALLAH pasti Mengabulkan permohonannya, dan Rasulullah mengisyaratkan dengan tangannya akan sedikitnya saat Mustajab itu."
(HR.Bukhari).
6.Saat Melakukan Perjalanan (Musafir).
Rasulullah SAW Bersabda:
"Tiga permohonan (Doa) yang pasti diperkenankan ALLAH tanpa ditunda, Doa orang yang di Didzalimi (Teraniya), Doa Seseorang dalam Perjalanan (Musafir),dan Doa Orang Tua kepada Anaknya."
(H.R. Abu Dawud).
7.Saat mendengar Ayam Berkokok.
RasulullahSAW bersabda :
"Apabila kalian mendengar Ayam Berkokok, Maka mohonlah Anugerah-Nya karena Ayam itu melihat Malaikat ."
(HR.Bukhari dan Muslim).
Berikut golongan-golongan yang didoakan oleh malaikat:
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar